Poseidon dan Medusa
Medusa, seorang wanita berambut ular yang terkenal jahat
ternyata mempunyai cerita yang begitu menyedihkan. Seorang wanita yang
mem[unyai rambut hitam coklat begitu inda, mata hijau terang dan kulit halus
bak porselen yang bernama Medusa. Ia merupakan putri dari dewa laut kuno Forkis
dan adiknya Keto. Ia memiliki 2 saudara bernama Stheno dan Euriale. Stheno dan
Euriale adalah makhluk yang abadi, sedangkan medusa tidak. Medusa sangat memuji
Dewi Athena, setiap hari tanpa kenal lelah Medusa dating ke kuil tempat
pemujaan Dewi Athena yang terletak di dekat pantai. Medusa sangat memuja Dewi
Athena hingga membuat Dewi Kebijaksanaan itu kagum padanya.
Dewi Athena pun dating disaat Medusa tengah memujanya. Medusa menunduk tak berani melihat Dewi Athena yang begitu dipujanya. “kau akan menjadi pendeta di kuil pemujaanku, Medusa. Kau harus tetap perawan dan suci.” Ucap Dewi Athena. Medusa yang mendengarnya merasa senang. Menjadi pendeta di kuil Dewi Athena adalah keinginan terbesarnya. Ketika Medusa menjadi pendeta di kuil Athena, banyak sekali orang-orang yang dating mengunjungi kuil itu. Terutama para lelaki. Mereka sengaja datang hanya untuk melihat kecantikan yang dimiliki oleh Medusa. Mereka begitu terpana akan rambut Medusa yang begitu indah.
Dewi Athena sangat menjaga keperawanannya. Itu mengapa ia pun menginginkan para pendeta muda seperti Medusa dan teman-temannya agar tetap suci dan perawan. Dewa Hephaestus, dewa pandai besi dan suami dari Dewi kecantikan Aphrodite bahkan pernah terjerat akan pesona Dewi Athena. Namun, Dewi Athena berhasil menghindar dari jebakan Dewa Hephaestus yang ingin memiliki dirinya. Di sisi lain, Medusa bersama teman-teman pendeta lainnya sering berjalan-jalan di pesisir pantai. Keanggunan, kecantikan dan daya tarik Medusa yang begitu kuat telah menjadi perbincangan dewa-dewa Olympus.Hingga Dewi Athena mengetahui bahwa ribuan orang yang datang
ke kuilnya tidak hanaya umtuk memuja dirinya, melainkan mengagumkana kecantikan
yang dimiliki oleh Medusa. Dew Athena merasa marah, karena dirinya adalah
seorang dewi dan tidak pantas dibandingkan dengan Medusa yang merupakan makhlik
mortal, manusia biasa. Para Nereid (nimfa lautan), nimfa biasanya dianggap
sebagai roh alam itu sendiri, dan biasanya digambarkan sebagai gadis cantik
yang senang bernyanyi dan menari . Para nimfa sering melihat Medusa di pesisir
pantai dan mereka selalu mengagumi medusa. Hingga Dewa Poseidon mengetahuinya.
Dewa penguasa laut itu mengetahui bahwa ada seorang gadis cantik yang dikagumi
oleh manusia bahkan para dewa sekalipun.
Poseidon kemudian mendekati pesisir pantai, saat itu pula ia
melihat Medusa bersama temannya, ia pun terpesona melihatnya. Poseidon yang
memiliki sifat hamper sama dengan saudaranya Zeus yang begitu menggilai wanita
langsung jatuh cinta pada Medusa. Dewa penguasa laut berhasrat ingin memiliki
gadis cantik bermata hijau itu. “Ternyata benar apa yang dikatakan oleh para
Nereid, kau gadis yang sangat cantik” ucap Dewa Poseidon. Medusa yang membawa
persembahan ditangannya tak berani melihat ke belakang. Ia sudah terikat janji
pada Dewi Athena kalau dia akan terus menjadi perempuan suci, maka dari itu ia
tidak boleh dekat dengan pria manapun.
Pinterest.com
“Dewa penguasa laut sedang berbicara denganmu, Medusa.
Bahkan diriku pun memuji kecantikanmu,” ucap Dewa Poseidon lagi. Medusa
menggeleng pelan, ia pun tidak menghiraukan ucapan Dewa penguasa lautan itu.
Medusa yg tertinggal jauh dari temannya langsung berjalan cepat untuk
menghindari Dewa Poseidon. Para temannya
yang melihat Medusa terengah-engah merasa heran. “Kau jalan terlalu lama,” ucap
salah satu temannya. “Ada apa?” tanyanya. Medusa hanya menggeleng sebagai
jawabannya. Dewa Poseidon sudah
memutuskan ia pasti akan mendapatkan Medusa. Medusa hanyalah seorang gadis yg
lemah, dan ia sangat yakin bahwa ia akan mendapatkan Medusa dengan mudah. Ia
bisa melakukan apapun yg dia mau, bahkan badai yg dahsyat pun bisa ia buat
untuk membawa Medusa padanya.
Setiap hari, Dewa Poseidon berusaha untuk mendekati Medusa
di pesisir pantai, namun lagi-lagi Medusa selalu menghindar. Kala itu, Dewa
Poseidon tengah memiliki konflik dengan keponakannya sendiri yaitu Dewi Athena
karena perebutan kota Athena yg ingin Dewa Poseidon dapatkan. Dewa Poseidon tau
bahwa Medusa merupakan hak milik dari Dewi Athena. Lalu ia memikirkan suatu
rencana. Ia akan mengambil hak milik Dewi Athena itu dengan paksa. Ditambah
lagi, Dewa Poseidon marah dan kesal karena Medusa selalu menghindarinya, maka
dari itu ia akan mendapatkan Medusa dengan paksa. Saat itu, langit mulai menggelap, Medusa
tengah berjalan sendirian di pesisir pantai, ia pun tidak mengetahui bahwa
ternyata Dewa Poseidon mengamatinya dri belakang. Lalu ia merasakan perasaan yg
janggal, ia merasakan akan ada sesuatu yang terjadi padanya.
“Sudah kubilang aku tidak suka pria manapun mendekatiku,”
ucap Medusa pelan tanpa melihat ke belakang.
“Bagaimanapun caranya, dewa penguasa laut ini pasti akan mendapatkanmu,
Medusa. Bahkan jika dengan cara itu aku bisa mendapatkanmu, ketahuilah itu
pantas kau dapatkan.” Medusa sangat ketakutan. Ia benar-benar harus menjauhi
Dewa Poseidon. Medusa berlari dengan kencang menuju kuil Dewi Athena. Ia sangat
berharap Dewi Athena dapat membantunya dari kejaran Dewa Poseidon, namun sampai
di kuil, Dewi Athena tidak memberikannya bantuan. Semuanya terlambat, Dewa Poseidon
mencengkeram tangannya begitu erat, lalu dewa penguasa laut itu menciumnya.
Medusa memberontak, namun kekuatannya tidaklah sebanding dengan kekuatan Dewa
Poseidon. Akhirnya, Medusa hanya bisa pasrah ketika Dewa Poseidon
memperkosanya.
Di kuil Dewi Athena terjadilah kejadian yang begitu
mengenaskan untuk Medusa. Tubuh gadis itu bergetar dengan isak tangisnya.
Matanya tertutup seakan ia tidak ingin melihat Dewa Poseidon. Ia sekarang
bukanlah gadis perawan dan suci lagi. Medusa merasa dirinya sangat kotor.
Setelah selesai dengan Medusa, Dewa Poseidon mengelus rahang halus milik gadis
itu dengan lembut. Lalu beralih kepada rambut Medusa yang indah berkilauan
dibawah sinar bulan. “Kau benar-benar cantik,” ucapnya. Medusa menangis kencang
ketika Dewa Poseidon meninggalkannya. Medusa menangis di depan patung Dewi
Athena. Ia merasa frustasi. Lalu Dewi Athena datang tepat di hadapannya. Dewi
Athena murka, ia marah karena kuil sucinya sudah ternodai oleh Medusa.
“Beraninya kau mengotori kuil pemujaanku!” ucap Dewi Athena kencang. “Aku tau kau ada di sini, tapi kenapa kau tidak membantuku?” ucap Medusa dengan suara yg tercekat. “Kau akan mendapatkan hukuman atas apa yang telah kau perbuat!” kata Dewi Athena. “Kuil suciku sudah ternodai olehmu, Medusa.” Medusa sangat ingin membantah, namun ia tidak bisa. Ia tau keadilan tidak akan berlaku baginya. Karena Dewi Athena tidak akan bisa memberikan hukuman kepada Dewa Poseidon yang merupakan dewa terkuat dari tiga dewa penguasa lainnya. Karena sejak dari awal Medusa sudah mencuri perhatian para pemujanya, hingga membuat Dewi Athena marah dan iri sebab para pemujanya terlalu mengagumi Medusa. Akhirnya, Dewi Athena mengutuk Medusa. Rambut-rambut halus nan cantik milik Medusa berubah menjadi ular-ular berbisa. Wajahnya yang tadinya bersinar seketika menjadi suram. Pancaran kecantikan mulai sirna. Medusa tidak lagi bisa merasakan kedua kakinya. Sisik-sisik ular mulai memenuhi pinggang hingga membuat kakinya berubah menjadi sebagian tubuh ular. Medusa menatap dirinya dari pantulan air di kuil Athena, kemudian ia berteriak kaget melihat keadaannya yang sekarang.
Dewi Athena kemudian berkata, “Siapapun yang melihat matamu secara langsung, maka ia akan berubah menjadi batu.” Dewi kebijaksaan kemudian pergi meninggalkan Medusa. Rasa marah dan iri kepada Medusa sudah ia salurkan lewat kutukan yg ia berikan kepada gadis itu. Medusa kemudian pergi meninggalkan kuil pemujaan Dewi Athena. Ia bersembunyi di suatu tempat. Ada yg mengatakan bahwa Medusa tinggal bersama kedua saudaranya. Kabar kutukan Medusa sudah tersebar ke berbagi wilayah di dunia. Dan banyak orang yang menginginkan kepala Medusa untuk dijadikan sebagai suatu kebanggaan karena telah membunuh seorang monster yang sudah banyak mengubah manusia menjadi batu. Namun sayang, dari mereka tidak ada yang berhasil memenggal kepala Medusa. Medusa yg tadinya dikagumi sekarang menjadi makhluk yg ditakuti.
Lalu Raja Polydectes menyuruh Perseus suami dari Andromeda sekaligus anak dari Zeus dan juga Danae putri Raja Akrisios di Argos untuk membunuh Medusa. Raja Polydectes mencintai Danae, ia ingin menyingkirkan Perseus agar bisa menikah dengan Danae. Raja Polydectes yakin bahwa Perseus akan gagal dalam membunuh Medusa dan Perseus akan berubah menjadi batu. Namun ternyata, dalam misinya itu, Perseus dibantu oleh para dewa dan dewi. Dewa Hades, dewa dunia bawah memberikannya sebuah helmet kegelapan untuk melindungi dirinya. Dewi Athena memberikannya perisai cermin. Dewa Hermes, dewa pembawa pesan memberikannya sepasang sepatu bersayap. Sedangkan Dewa Hephaestus, dewa pandai besi itu memberikan Perseus pedang perang. Dengan itu semua, Perseus yakin bisa mengalahkan Medusa.
Ia pun pergi untuk menemui Medusa di tempat persembunyiannya. Saat itu, Medusa tengah tertidur. Perseus menjadikan itu kesempatan yang menguntungkan untuknya. Ia akan dengan mudah membunuh Medusa. Tetapi tidak semudah yang ia duga. Medusa terbangun setelahnya. Perseus menggunakan perisai cermin yang diberikan Dewi Athena untuk melihat bayangan Medusa. Dan karena itu pula, ia tidak akan bertatapan langsung dengan Medusa. Ada satu hal yang tidak ia ketahui, ternyata Medusa saat iu tengah mengandung anak dari Dewa Poseidon. Perseus menarik rambut-rambut ular Medusa. Medusa tentu saja memberontak untuk menyelamatkan dirinya, Perseus yang memegang senjata pedang di tangannya yg diberikan oleh Dewa Hephaestus kemudian mengarahkan pedang itu ke leher Medusa. Lalu Perseus memenggal kepala Medusa. Medusa yang merupakan makhluk tidak abadi seperti kedua saudaranya, akhirnya tewas terbunuh. Dari leher yang terbuka itu lahirlah Khrysaor, anak Medusa dan juga Dewa Poseidon. Sedangkan dari darahnya, lahirlah Pegasus. Kuda bersayap.
Perseus terbang menggunakan sepatu yg diberikan oleh Dewa Hermes melewati titan Atlas yang berdiri memegangi langit-langit. Ketika Atlas mencoba menyerangnya, dia menggunakan kepala Medusa untuk merubahnya menjadi batu. Perseus lantas terbang kembali. Di tengah perjalanan, dia melihat Putri Andromeda dirantai ke batu di tengah laut untuk dijadikan umpan monster laut raksasa. Perseus memutuskan untuk membantu dan berhasil mengubah monster laut menjadi batu dengan bantuan kepala Medusa. Ia mengembalikan Putri Andromeda kepada kedua orang tuanya, Raja Chepeus dan Ratu Cassiopeia. Dan saat itu pula, Perseus mengutarakan keinginannya untuk menikahi Putri Adnromeda. Sesudah menikah, Perseus dan Andromeda kembali ke Seriphos, untuk menemui Danae ibu Perseus. Sesampainya disana, Perseus menemukan Danae melarikan diri dengan nelayan yang pertama kali menyelamatkan mereka untuk menghindari kejaran Raja Polydectes. Merasa ditipu, Perseus kemudian mengubah Raja Polydectes menjadi batu dengan bantuan kepala Medusa. Perseus pun menemui Dewi Athena, Kemudian Perseus memberikan kepala Medusa kepada Dewi Athena dan meletakannya pada perisai Aegis milik Dewi Athena.


Artikelnya keren
ReplyDeleteMenarikkk, mau nonton filmnya pasti seruu
ReplyDeleteMenarik bermanfaat sekali
ReplyDeleteKeren bingitzzz
ReplyDeleteKerennn, seru baca artikelnya
ReplyDeleteArtikelnya seru banget!!!!
ReplyDelete