The Beginning of Greek Myth

Konon sebelum semuanya tercipta yang ada hanyalah Chaos (kekosongan karna saat itu Alam semesta ini belum tercipta). Chaos mempunyai istri yang bernama Nox, yaitu Dewi Malam. Dari perkawinan mereka lahirlah Erebus, Dewa Kegelapan. Akan tetapi Erebus kemudian mengusir Chaos  dan mengawini ibunya sendiri yaitu Nox. Lalu, atas pernbuatannya itu, Erebus dikutuk oleh Chaos, ketika ia mempunyai anak ia juga akan mendapatkan nasib yang sama seperti dirinya. Dari perkawinan ibu dan anak itu, lahirlah 2 anak yang diberi nama Ether yaitu Dewa Udara yang kebiruan dan Emera, Dewi Siang, yang cemerlang berseri-seri. Kutukan Chaos terbukti, ketika Ether dan Emera berkuasa, mereka juga mengusir Erebus dan Nox.

Ether dan Emera mempunya 5 anak yang tampan, gagah, perkasa, anggun dan cantik yaitu Terra Sang Dewi Bumi yang Anggun, Caelus langit perkasa yang menyelimuti bumi dengan jubah birunya, Pontus lautan jubahnya membentang menutupi sebagian besar permukaan bumi, Amor Dewi Cinta yang membawa benih-benih kehidupan dan Tartarus neraka yang letaknya jauh dari permukaan bumi, dengan keaadaan yang tak terukur dan terjangkau oleh terang, tempat dimana Chaos, Nox dan Erebus tinggal.

Ketika Ether dan Emera turun tahta, mereka digantikan oleh Caelus dan Terra, yang mendampinginya sebagai permaisurinya. Dengan dibantu Amor yang membawa benih-benih kehidupan, Caelus dan Terra melahirkan anak-anak mereka yaitu para Titan (pria) dan Titanid (wanita) yang perkasa, yaitu Cronos (Saturn), Oceanus, Lapetus, Hyperion, Coeus, Crius, Rhea (Cybele), Justitia, Tethys, Theia, Mnemosyne, Eurybia, Phoebe, Para Cylop dan para Centimani. Cylop adalah raksasa bermata satu yaitu Brontes (Guntur), Steropes (Petir), dan Arges (Kilat). Sedangkan Centimani adalah raksasa berlengan seratus yaitu Cottus, Gyes dan Obriareus.



Photo by https://pin.it/1Pl5dU2 

Terra juga menikah dengan Pontus dan mempunyai anak yaitu Nereus, Thaumas, Phorcys dan Ceto. Suatu ketika, Caelus murka kepada para Titan, karena menganggap mereka tidak menghormatinya lagi, sehingga Caelus melempar para Titan ke Tartanus, untuk menghukum mereka. Tetapi Terra (sang ibu para Titan) tidak tega melihat nasib para Titan yang terasing di Tartanus, sehingga Terra membesarkan para Titan seorang diri. Karena merasa sakit hati akan perbuatan Caelus, ayah mereka sendiri, timbulah niat dalam hati para Titan untuk menyingkirkan Caelus.

Cronos (Saturn), yang paling perkasa kemudia pergi menemui Caelus, yang sedang beristirahat dan membunuhnya dengan menggukana senjata sabit bermata berliannya. Terdengarlah pekik kemenangan Cronos diseluruh jagat, karena kini dialah yang berkuasa menggantikan Caelus. Namun sebelum kematiannya Caelus sempat menjatuhkan kutukannya kepada Cronos bahwa kelak seorang putranya juga akan menjatuhkannya dari tahtanya. Nox kemudian melahirkan makhluk-makhluk yang mengerikan untuk menghukus Cronos, yaitu Nemesis yang berarti Kebencian, Kelaparan, Dusta, Fitnah, Kekejaman, Penderitaan, dan sebagainya.

Cronos bertahta menggantikan ayahnya. Dia mengawini saudarinya, salah seorang titanid, yaitu Rhea dari perkawinan ini lahirlah lima orang anak, yaitu Vesta, Hera, Ceres, Neptune, dan Pluto. Namun teringat akan kutukan ayahnya, Saturn menelan semua anaknya begitu mereka dilahirkan untuk menghindari bencana bagi dirinya. Pada saat kehamilannya yang keenam, Rhea yang berduka atas ulah Cronos terhadap anak-anak mereka sendiri, kemudian pergi ke lereng Gunung Dicte di Crete, untuk melahirkan bayinya, agar selamat dari incaran suaminya. Ketika anaknya lahir, Rhea meninggalkan anaknya di gunung lalu, kembali ke istana, sambil membawa bungkusan bayi berisi batu. Sekembalinya ke istana, Rhea berpura-pura mengerang kesakitan, tanda hendak melahirkan. Setelah persalinannya selesai, dia menyerahkan bungkusan bayinya kepada Cronos umtuk ditelan. Tanpa memeriksa lagi, Cronos menelan bungkusan yang diberikan oleh istrinya tersebut yang ternyata berisi sebongkah batu.

Putra keenam Rhea dan Cronos yang selamat dari kebuasan ayahnya, diasuh oleh para peri di hutan lereng Gunung Dicte, terutama Melia dan Andrastea. Mereka menamai bayi itu Zeus (Jupiter). Para makhluk menyayangi dewa kecil tersebut seolah mereka tahu bahwa kelak Zeus lah yang akan membebaskan mereka dari cengkraman sang tiran Cronos (Saturn). Seekor kambing betina, Amalthea, setiap hari memberikan air susunya kepada Zeus, dengan kasih sayang seorang ibu, kelak setelah Zeus berkuasa Amalthea ditempatkan di angkasa di antara para bintang menjadi rasi bintang Capricorn. Zeus tumbuh dewasa dan cerdas. Ia mempunyai sahabat bernama Aquilla, seekor Rajawali besar yang selalu membawakan ambrosia dan Nectar untuknya, serta menceritakan hal-hal yang terjadi di jagat raya. Lambat laun ia menjadi tahu kekejaman Cronos serta sikap kasarnya dalam memerintah. Jadi, ia bertekad untuk membebaskan dunia dari kekejaman Cronos.

Suatu ketika Zeus mendapat kabar dari Oceanus, bahwa Cronos yang saat  itu memerintah semesta dengan kekejaman dan tikdak tirani ternyata adalah ayahnya. Dia juga diberitahu bahwa saudara-saudirinya telah ditelan oleh Cronos, segera setelah mereka dilahirkan. Bertambah bulatlah tekadnya untuk menyelamatkan dunia ini dari cengkraman Cronos. Oleh karena itu dia mengumpulkan sekutu-sekutunya yang juga menentang Cronos. Namun sebelum itu, dengan bantuan Methys, seorang putri Oceanus, dia membuat ramuan kemudia dipersembahkannya kepada Cronos. Setelah meminum ramuan  tersebut Cronos memuntahkan kembal semua anaknya yang ditelannya. Zeus kemudian mengajak saudara-saudirinya tersebut bergabung melawan Cronos. Ketika dirinya merasa teracam bahaya, Cronos (Saturn) segera menghubungi saudara-saudarinyapara Titan untuk membantunya.

Sementara itu Zeus (Jupiter) telah berhasil mengumpulkan sekutu-sekutunya, yaitu saudara-saudarinya beserta Oceanus dan putra-putrinya, para Oceanid, serta Prometheus dan epimetheus, putra-putra Titan lapetus. Mereka membangun markas di puncak Olympus. Kemudian mereka mengelilingi altar dan bersumpah akan mengembalikan kedamaian dan ketentraman di semesta ini, dengan menumbangkan kekuasaan Cronos (Saturn). Zeus (Jupiter) juga melepaskan para Cyclop dan Centimani dari Tartarus untuk membantunya melawan Cronos (Saturn) dan para Titan. Sebagai tanda terima kasihnya, para Cyclop kemudian membuatkan senjata-senjata untuk Zeus (Jupiter) dan saudara-saudaranya, yaitu Petir Zeus (Jupiter), Trisula yang dapat mengguncangkan bumi dan lautan untuk Poseidon (Neptune), dan Dwisula yang dapat membelah bumi dan Helm yang membuat pemakainya menjadi kasat mata untuk Hades (Pluto).

Perang melawan para Titan berkobar sepuluh tahun lamanya. Namun akhirnya keunggukan Zeus dengan sekutu-sekutunya terbukti. Para Titan yang kalah kembali dijebloskan kedalam Tartarus, dirantai dengan rantai berlian dan dijaga oleh para Centimani. Atlas, saudara Prometheus dan Ephimetheus yang membantu para Titan dihukum memanggul langit di pundaknya selamanya, sedangkan Cronos (Saturn) melarikan diri ke Itali. Zeus naik tahta menggantikan Cronos (Saturn). Dia membagi-bagikan kekuasaannya kepada saudara-saudarinya. Poseidon (Neptune), menjadi penguasa lautan, Hades (Pluto) merajai Abyss/Tartarus (kerajaan orang mati), Hera (Juno) menjadi ratu langit dan permaisuri Zeus.

Zeus-lah yang paling berkuasa atas mereka semua. Kehendak dan kata-katanya menjadi hukum yang harus dipatuhi. Memang seluruh makhluk memandangnya sebagai Bapa Semesta Alam, karena dialah yang menyelamatkannya dari cengkeraman Cronos (Saturn). Dari istananya yang berselimut awan di Gunung Olympus, Zeus memerintah dunia dibantu oleh dewa-dewi lainnya. Cronos kerap dilukiskan sebagai pria tua berambut dan berjanggut keperakan memakai jubah putih. Di tangannya tergenggam senjatanya yang tak terkalahkan, yaitu Petir dan tongkat kerajaan di tangannya yang lain sementara bola dunia di bawah telapak kakinya. Disampingnya Aquilla yang perkasa mengepakkan sayapnya.  

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog